Langsung ke konten utama

Postingan

TOLE EPS.2 : Bertindak tanpa berpikir

kembali berpikir kenapa sapaannya terhadap wanita selalu berakhir dengan kemarahan dan tamparan kepadanya. Dia bertanya kepada sahabat karibnya, Bejo. "Jo, kenapa mereka selalu marah kepadaku? " "Mungkin karena muka kau jelek Le. Coba deh kau pakai topeng artis korea, pastilah mereka suka." jawab Bejo asal. sejenak Tole menyalakan kamera depan handphonenya dan dia mulai menyadari ucapan si Bejo. "Benar kau Jo. besok biar aku coba." Bejo belum menyadari kalau ucapannya dianggap serius oleh Tole. **** Keesokan harinya**** "Halloo cantik.." sapa Tole yang ditanggapi wanita yang disapanya dengan senyum dan tawa. "Berhasil.. mereka tersenyum.." sorak Tole dalam hati. kemudian ia menuju maria, pujaan hatinya. Dia tidak sadar bahwa semua mata menuju padanya. "Hai cantik.." sapa Tole dengan lembut. Namun sayang, pujaan hatinya tidak menanggapi dan pergi meninggalkannya. "Maria, apakah aku masih terlihat buruk." ter...
Postingan terbaru

TOLE. EPS.1

Roberto Tole, seorang remaja konyol dengan sejuta tawa. Suatu Sabtu di sekolah, ia berjumpa dengan seorang gadis cantik yang jutek dengan wajah manis, putih, dan sepertinya gurih. Bagaimana tidak, dilihat saja sepertu kue putri salju. Tole penasaran dengan kondisi temannya yang cantik ini. Setiap disapa, ia selalu marah dan seperti ingin memutilasi Tole atau mungkin karena ia lapar. Perpustakaan adalah tempat tujuan si cantik. "Hai Maria... Kamu kelihatan gurih deh.." Sapa Tole. "Kurang ajar. PLAKK!!!" Begitulah cara Tole menyapa Maria si Cantik. nantikan cerita singkat Tole berikutnya.

Apa tujuan Hidupmu??

Sejak usiaku mencapai angka 18 tahun, pikiranku jarang sekali jernih. Kotor sekotor-kotornya pikiranku saat itu, mungkin juga sampai sekarang. Aku bahkan pernah berpikir bahwa Allah tidaklah adil terhadapku. Aku yang dibesarkan oleh keluarga yang bisa dibilang lebih dari cukup dalam bidang ekonomi, namun hidupku sangat terbatas. Bahkan untuk menyapu lantai saja aku tidak diberi ijin oleh Ibu. Lulus SMA adalah kesempatanku membuktikan diri kepada mereka bahwa aku bisa. namun ternyata hasilnya sama saja. Dalam pekerjaanku pun aku hanya menambah beban bagi senior dan partner kerjaku. Hingga aku berpikir, apa kelebihanku?? apa bakatku?? dan apa tujuanku?? Sampai beberapa bulan yang lalu pertanyaan itu tetap terngiang dalam hati. bayangkan, hati bukan pikiran lagi. Untuk kalian yang masih mencari tujuan hidup ataupun sudah menemukannya, berbagilah dengan orang yang kau percaya. Aku sudah memukannya, dan aku sedang berjuang.

BOSAN JADI MANUSIA

Sekarang saya lagi suka mendengarkan lagu milik Payung Teduh kalau nggak salah. Hhehehe.. Nah itu mereka punya lagu bagi saya sangatlah keren, apalagi lagu yang menceritakan tentang penderitaan yang dialami gunung dan kesenangan yang dialami oleh lautan. Tak peduli apapun judulnya, yang pasti saya sangat suka. InsyaAllah kalau nggak salah liriknya seperti ini. "Tak pernah aku mendengar gunung menangis, biarpun Matahari, membakar tubuhnya.. Dan tak pernah aku melihat laut tertawa, biarpun kesejukan bersama tariannya.." Kira-kira begitu lagunya, seperti menceritakan bagaimana manusia sangat tidak peduli akan gunung yang begitu menderita. Teriknya matahari yang tak pernah bosan meneragi dan membakar selururh tubuhnya, namun ia ia tak pernah menangis. Bagaimana dengan kita??? kemudian di Laut, banyak orang menikmati suara ombak dan angin kerasnya, namun sampah masih bertebaran dan ombak dipermainkan. Bagaimana dengan kita?? Seandainya waktu kalian untuk menjadi manusia ...

Mata Mati

Biru bening berbalut api Mengais air beralaskan roti Pundak terseok kala rotan menari Nyamuk berlari bersama irama yang letih Iblis terkutuk! Kau memapah tangisku terkantuk-kantuk Biarkan kami terbentuk Seonggok daging yang terpuruk Menepi dayungku hilang kendali Dimana hutan karetku kini! Setan, iblis, dan manusia api Kau ludahi mata pencarian kami Lihatlah Tuhan.. Hijauku hilang tertelan Batangku tumbang digilas pecundang Tanahku meluncur menerjang lahan Klaten, Juli 2015

Suara Tanpa Logika

Putih tapi hitam Menggigit mengancam menggeram Pertokoan kumuh usang nampak suram Hati berdarah laknat merajam Tulang belulang tak lagi mencekam Putih tapi hitam Menggelora bualan syair pujangga malam Menggoda merayu tanpa diam Menjal diri merayu memanja bak pualam Hitam bukan Putih Lehermu terikat terjerat dasi besi Darah mengalir sayu tertusuk duri Menjejal malam berganti hari Atau kau sudah tiada hati

AKU

Lelah terasa kala diri berpura-pura menjadi orang lain. Dengan bangga orang menampilkan sosok orang lain dalam dirinya. Memang terlihat bagus, tapi lihat dirimu boy? Berkacalah, kau siapa? Kau adalah tiruan boy. Jadilah dirimu yang original boy. Itu lebih menyenangkan. Kalau tak tahu bagaimana dirimu dan seperti apa dirimu, cari tahu. Pergilah, cari dirimu. Lihatlah aku boy, walau tak satupun yang memandangku baik. Aku yakin ada yang mengerti siapa kita boy. Bacalah aku!! Banggalah dengan dirimu!! Temukan Prinsipmu!! Kemudian, kau akan menemukan siapa yang Ikhlas dan tulus menemani langkahmu. Kau akan temukan itu saat kau jadi dirimu sendiri boy. "Taubatnya Mamad Koplak" oleh Dani Die Harga Rp. 42.000,- Temukan di www.kinobookstore.com Atau pesan via facebook : Dani Yo Danis Bisa juga melalui twitter : @daniyodanis1