Langsung ke konten utama

Mata Mati

Biru bening berbalut api
Mengais air beralaskan roti
Pundak terseok kala rotan menari
Nyamuk berlari bersama irama yang letih

Iblis terkutuk!
Kau memapah tangisku terkantuk-kantuk
Biarkan kami terbentuk
Seonggok daging yang terpuruk

Menepi dayungku hilang kendali
Dimana hutan karetku kini!
Setan, iblis, dan manusia api
Kau ludahi mata pencarian kami

Lihatlah Tuhan..
Hijauku hilang tertelan
Batangku tumbang digilas pecundang
Tanahku meluncur menerjang lahan


Klaten, Juli 2015

Komentar