Langsung ke konten utama

Siapa Dani Die??

Dani Die, seorang penulis amatir yang baru muncul pada pertengahan tahun 2014. Karirnya dimulai saat penyakit aneh yang ia derita membuatnya tidak bisa merasakan kenikmatan hidup. Hal itu membuatnya menulis pada sebuah buku kecil yang ia sebut HEART. Semua yang ia alami, rasakan, dan semuanya ia curahkan pada buku itu. Hingga kemudian ia melihat tautan dari sahabatnya tentang event menulis puisi yang bertemakan "Ramadhan". Dari situ ia mulai mempublikasikan tulisan-tulisannya. Event menulis yang diadakan oleh FAM (Forum Aishiteru Menulis) ternyata mampu menggugah semangat hidupnya saat ia lolos seleksi dan termasuk dalam daftar 42 penulis puisi se-Indonesia dalam antologi puisi yang berjudul "Sajak-Sajak Ramadhan". Setelah itu, ia mulai merasakan kembali kehidupannya, ia lupakan rasa sakitnya, dan ia memiliki teman yang selalu menemaninya. HEART. Ya buku kecil itu selalu menemaninya kemanapun ia pergi.
Dani Die dikenal nakal dalam pergaulannya. Namun hal berbeda dia alami di lingkungan sekitarnya., para tetangga yang menganggapnya anak yang baik membuatnya sulit untuk bersikap bebas dan menjadi dirinya sendiri. Hal tersebut juga dikarenakan status orang tua yang tergolong keluarga terpandang di daerah tempat tinggalnya. Kamudian pada tanggal 23 November 2014, ia mengirimkan sebuah novel ke penerbit Kinomedia dengan judul awal "Kisah Usang Sang Pemimpi". kemudian melalui beberapa proses seleksi yang kembali mengantarnya dalam kebaikan. Novel pertamanya diterima penerbit dengan sedikit revisi. Mulai dari revisi judul, bab pertama, dan bab terakhir novel yang ia buat. proses masih berlanjut, dan novelnya terbit dalam status e-book yang dijual di www.wayang.co.id/index.php/toko/detail/39881. hingga kemudian berlanjut pada tahap proses cetak yang terbit pada bulan April 2015 di www.kinobookstore.com/produk/taubatnya-mamad-koplak-267.
Semangatnya mulai kembali dan kini, ia fokus pada penulisan. dunia tulis-menulis telah menjadikannya hidup kembali. sejak saat itu, Dani Die tidak jadi Mati dan Dani Die tetap akan hidup bersama karyanya.
"musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri" kata Dani Die.

Komentar