Sejak usiaku mencapai angka 18 tahun, pikiranku jarang sekali jernih. Kotor sekotor-kotornya pikiranku saat itu, mungkin juga sampai sekarang. Aku bahkan pernah berpikir bahwa Allah tidaklah adil terhadapku. Aku yang dibesarkan oleh keluarga yang bisa dibilang lebih dari cukup dalam bidang ekonomi, namun hidupku sangat terbatas. Bahkan untuk menyapu lantai saja aku tidak diberi ijin oleh Ibu.
Lulus SMA adalah kesempatanku membuktikan diri kepada mereka bahwa aku bisa. namun ternyata hasilnya sama saja. Dalam pekerjaanku pun aku hanya menambah beban bagi senior dan partner kerjaku. Hingga aku berpikir, apa kelebihanku?? apa bakatku?? dan apa tujuanku?? Sampai beberapa bulan yang lalu pertanyaan itu tetap terngiang dalam hati. bayangkan, hati bukan pikiran lagi.
Untuk kalian yang masih mencari tujuan hidup ataupun sudah menemukannya, berbagilah dengan orang yang kau percaya. Aku sudah memukannya, dan aku sedang berjuang.
kembali berpikir kenapa sapaannya terhadap wanita selalu berakhir dengan kemarahan dan tamparan kepadanya. Dia bertanya kepada sahabat karibnya, Bejo. "Jo, kenapa mereka selalu marah kepadaku? " "Mungkin karena muka kau jelek Le. Coba deh kau pakai topeng artis korea, pastilah mereka suka." jawab Bejo asal. sejenak Tole menyalakan kamera depan handphonenya dan dia mulai menyadari ucapan si Bejo. "Benar kau Jo. besok biar aku coba." Bejo belum menyadari kalau ucapannya dianggap serius oleh Tole. **** Keesokan harinya**** "Halloo cantik.." sapa Tole yang ditanggapi wanita yang disapanya dengan senyum dan tawa. "Berhasil.. mereka tersenyum.." sorak Tole dalam hati. kemudian ia menuju maria, pujaan hatinya. Dia tidak sadar bahwa semua mata menuju padanya. "Hai cantik.." sapa Tole dengan lembut. Namun sayang, pujaan hatinya tidak menanggapi dan pergi meninggalkannya. "Maria, apakah aku masih terlihat buruk." ter...
Komentar
Posting Komentar